Sabtu, 20 April 2013

Masa Orientasi Peserta Didik


Pagi ini aku terbangun dengan wajah yang ceria, karena hari ini aku mulai sekolah disekolahan ku yang baru. aku tidak menyangka aku ini sudah sma. dengan wajah yang ceria aku keluar dari kamar untuk sarapan setelah aku selesai sarapan aku bersiap untuk berangkat kesekolahan baru ku itu, jarak sekolah dengan rumah ku cukup jauh, aku memilih untuk menggunakan sepeda motor untuk pergi ke sekolah.
 Ketika sampai ke gerbang sekolah aku mencari teman-teman yang dulu satu sekolah dengan ku karena aku malu jika harus memasuki karena sekolah baruku itu akhirnya aku bertemu dengan salah satu teman ku.Hari itu hari pertama para siswa menjalani masa orientasi pesrta didik MOPD pada saat pembagian gugus aku sempat gugup dan tidak sabar ingin segera masuk ke gugus ku yang baru tapi nama ku tidak di sebut aku kesal tapi pada akhirnya tepat di ruang gugus tiga nama ku di sebut aku menuju barisan ku ketika memasuki kelas baru ku aku bertemu dengan beberapa orang teman satu smp jadi aku sedikit merasa lega masuk gugus tiga itu ketika kami di gugus bercanda dan berkenalan beberapa orang masuk ke gugus ternyata mereka adalah kaka pendamping gugus mereka memperkenalkan diri dan selama enam hari mereka akan mendampingi ku dan teman-teman ku digugus tiga mereka sangat menyenangkan kami di beri permainan permainan seru. Pada hari terakhir di sekolah ada acara outbond menurut ku ini kegiatan yang paling seru ketika menjelajahi kebun kita turun ke sungai sehingga baju basah semua, setelah sampai di sekolah aku segera menjemur spatu ku di tempat yang panas setelah aga kering sambil aku menunggu sepatu ku kering betul beberapa menit ada penggunguman untuk kumpul aku serinjg mengambil sandal jepit yang di tugaskan oleh kaka pembimbing lalu aku ke aula dengan memakai sandal jepit itu bersama teman-teman ku ketika sampai di aula ternyata hampir semua pake sandal jepit bahkan ada yang tidak ada yang memakai apa-apa. 
Setelah beberapa hari aku mengikuti MOPD akhirnya aku menjadi siswa sma dengan berseragamkan putih abu.
Read more »

Penebang Kayu yang Tidak Tahu Berterimakasih


Pada jaman dahulu, di suatu desa, ada seorang penebang kayu yang sangat miskin, sehingga dia hanya mempunyai sebuah kapak untuk bekerja dan menghidupi anak-anak dan istrinya. Dengan sangat sulit dia bisa memperoleh enam pence (sejenis mata uang) setiap hari. Dia dan istrinya harus bekerja membanting tulang dari subuh hingga larut malam agar mereka dapat hidup dengan tidak kehabisan makanan. Apabila mereka beristirahat, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa.

"Apa yang harus saya lakukan?" katanya, suatu hari, "Saya sekarang sangat lelah, istri dan anakku tidak memiliki apa-apa untuk dimakan, dan saya sudah tidak sekuat dulu lagi memegang kapak ini, untuk memperoleh sekerat roti untuk keluargaku. Ah, begitu buruknya nasib bagi orang miskin, ketika mereka dilahirkan ke dunia ini."

Sementara dia masih berkeluh-kesah, sebuah suara memanggilnya dengan penuh rasa iba: "Apa yang kamu keluhkan?"

"Bagaimana saya tidak suka mengeluh, apabila saya tidak memiliki makanan?" katanya. "Pulanglah ke rumahmu," kata suara itu, "galilah tanah di sudut pekaranganmu, dan kamu akan menemukan harta karun di bawah sebuah dahan yang telah mati.

Ketika penebang kayu ini mendengar hal ini, dia langsung berlutut di tanah, dan berkata: "Tuan, siapakah nama tuan? siapakah tuan yang begitu baik hati?"

"Namaku Merlin," kata suara itu.

"Ah! Tuan, Tuhan akan memberkahimu apabila kamu datang menolongku dan menyelamatkan keluargaku dari kemelaratan."

"Pergilah cepat," kata suara itu, "dan dalam satu tahun, kembalilah ke sini, dan berikanlah saya penjelasan tentang apa saja yang kamu lakukan dengan uang yang kamu temukan di sudut pekaranganmu."

"Tuan, Saya akan mengunjungimu dalam satu tahu, atau setiap hari, apabila kamu memerintahkan saya."

Lalu sang penebang kayu pulang ke rumahnya, menggali tanah pada sudut pekarangannya dan disana dia menemukan harta karun yang telah dijanjikan. Betapa gembiranya mereka sekeluarga karena telah lepas dari kemiskinan.

Karena tidak ingin tetangganya tahu mengapa mereka tiba-tiba menjadi kaya, dia masih pergi ke dalam hutan dengan membawa kapak, sehingga seolah-olah dia bekerja keras dan secara perlahan-lahan terangkat dari kemiskinan menjadi kemakmuran.

Pada akhir tahun, dia pergi ke dalam hutan untuk memenuhi janjinya. Dan suara itu berkata, "Jadi kamu akhirnya datang!" "Ya Tuan," "Dan bagaimana kamu membelanjakan harta tersebut?" "Tuan, keluargaku sudah dapat makan makanan yang baik dan berpakaian yang bagus, dan kami selalu berterima kasih kepadamu setiap hari."

"Keadaan kamu sekarang menjadi lebih baik kalau begitu, tapi katakan padaku, apakah masih ada hal yang kamu inginkan?" "Ah, ya, Tuan, saya ingin menjadi walikota di tempat saya."

"Baiklah, dalam empat puluh hari kamu akan menjadi walikota."

"Oh, beribu-ribu terima kasih, pelingdungku yang baik."

Pada tahun kedua, penebang kayu yang kaya datang ke hutan dengan baju baru yang sangat baik dan mengenakan atribut bahwa dia adalah walikota.

"Bapak Merlin," panggilnya, "datanglah dan berbicaralah padaku."

"Saya di sini," kata suara itu, "apa yang kamu harapkan?"

"Seorang pejabat tinggi baru saja meninggal kemarin, dan anak laki-laki saya, dengan bantuanmu, ingin menggantikannya, Saya meminta kebaikan hatimu."

"Dalam empat puluh hari, hal yang kamu inginkan akan terwujud," kata Merlin.

Begitu pula dalam empat puluh hari, anaknya menjadi pejabat tinggi, dan mereka masih juga belum puas.

Pada akhir tahun ketiga, penebang kayu tersebut mencari lagi Merlin di hutan, dan dengan suara yang merendahkan, dia berkata "Merlin, maukah kamu membantu saya?"

"Apa yang kamu kehendaki?" kata suara itu.

"Putriku berharap agar dapat menikah dengan seorang pejabat," katanya. "Harapanmu akan terwujud," balas Merlin, dan dalam empat puluh hari, anak perempuan penebang kayu itu menikah dengan seorang pejabat.

Dan begitulah akhirnya waktu terus berlalu, hingga pada akhir tahun keempat, istrinya yang bijaksana menyuruhnya kembali kesana untuk berterima kasih, tetapi penebang kayu itu menjawab:"Mengapa saya harus masuk kembali ke hutan itu untuk berbicara dengan mahluk yang tidak pernah saya lihat? Saya sekarang sangat kaya, mempunyai banyak teman, dan namaku sangat di hormati semua orang."

"Pergilah sekali lagi," kata istrinya, "Kamu harus memberi dia salam dan berterima kasih atas segala kebaikannya."

Akhirnya penebang kayu itu dengan menunggangi kudanya, diikuti oleh dua orang pelayan, masuk ke dalam hutan dan mulai berteriak: "Merlot! Merlot! Saya tidak membutuhkan kamu lagi, karena sekarang saya cukup kaya." Merlin membalasnya, "Sepertinya kamu lupa saat kamu masih miskin, tidak cukup makan, dengan hanya berbekal kapak, kamu dengan susah payah mendapatkan enam pence setiap hari! Saya saya memberikan kamu berkah pertama kali, kamu berlutut dengan kedua kakimu, dan memanggil saya 'Tuan', setelah berkah kedua, kamu hanya memanggil saya 'Bapak' dan setelah yang ketiga, kamu memanggilku dengan 'Merlin' saja, sekarang dengan sombongnya kamu memanggilku 'Merlot'! kamu mungkin berpikir bahwa kamu sudah sangat kaya dan hidup dengan baik dan tidak memerlukan lagi saya, Mari kita lihat nanti, selama ini kamu tidak memiliki hati yang baik dan selalu bertindak bodoh, tetaplah menjadi bodoh, dan tetaplah menjadi miskin seperti saat pertama saya bertemu dengan kamu." Penebang kayu itu tertawa terbahak-bahak, mengangkat bahunya dan tidak mempercayai apa yang dikatakan kepadanya.

Dia kembali ke rumahnya, tapi dengan cepat anaknya yang sekarang menjadi pejabat tinggi, meninggal, putrinya yang menjadi istri seorang pejabat juga menderita sakit keras dan akhirnya meninggal. Kesialan menimpanya terus menerus dan saat perang pecah, serdadu dari kedua belah pihak yang berperang, memasuki rumahnya, merampas minuman dan makanan yang ada di lumbungnya, membakar semua ladangnya, juga rumahnya, hingga dia tidak memiliki uang satu penny pun.

Ketika tiba masa untuk membayar pajak, dia tidak mempunyai uang di kantongnya, sehingga dia terpaksa menjual semua ladangnya. "Lihat," kata penebang kayu yang tidak tahu berterimakasih itu, sambil menangis, "Saya telah kehilangan semua yang saya miliki, uang, ladang, kuda, anak-anakku! Mengapa saya tidak percaya kepada Merlin? hanya kematian yang belum menjemput saya, saya sudah tidak tahan dengan penderitaan ini."

"Tidak begitu," kata istrinya yang bijaksana, "Kita harus mulai bekerja keras kembali." "Dengan apa?" kata penebang kayu, "Kita bahkan sudah tidak memiliki seekor keledaipun untuk bekerja!"

"Dengan apa yang Tuhan berikan kepada kita," kata istrinya lagi.

Tuhan hanya memberikan mereka sebuah keranjang, yang dipinjam dari tetangganya. Dengan keranjang ini di punggungnya dan kapak di tangannya, dia akhirnya masuk ke hutan untuk bekerja menebang kayu, mencoba untuk mencari kayu untuk mendapatkan enam pence sehari.

Semenjak itu, dia tidak pernah mendengar suara Merlin lagi.

(SELESAI)
Read more »

Perempuan tua dan Hantu Jadi-jadian


Dahulu kala ada seorang wanita tua yang sangat-sangat gembira dan selalu penuh dengan sukacita, walaupun hampir tidak memiliki apa-apa, dan dia sudah tua, miskin dan tinggal sendirian. Dia tinggal di sebuah pondok kecil dan menghidupi dirinya dengan membantu tetangganya mengantarkan pesanan, dia hanya mendapatkan sedikit makanan, sedikit sup sebagai upahnya. Dia selalu giat bekerja dan selalu terlihat.

Disuatu sore, di musim panas, ketika dia  berjalan pulang ke rumahnya, dengan penuh senyuman seperti biasanya, dia menemukan sebuah pot hitam yang besar tergeletak di tanah!

"Oh Tuhan!" katanya, "Pot ini akan menjadi tempat yang bagus untuk menyimpan sesuatu apabila saya mempunyai apa-apa yang dapat disimpan disana! Sayangnya saya tidak memiliki apa-apa! Siapa yang telah meletakkan pot ini disini?"

Kemudian dia melihat ke sekeliling berharap bahwa pemiliknya tidak jauh dari sana, tapi dia tidak melihat siapapun disana.

"Mungkin pot ini memiliki lubang," katanya lagi,"dan karena itulah pot ini dibuang. Tapi pot ini akan sangat bagus bila saya meletakkan setangkai bunga dan menaruhnya di jendela rumahku, saya akan membawanya pulang."

Dan ketika dia mengangkat tutupnya dan melihat ke dalam. "Ya ampun!" teriaknya dengan terkagum-kagum. "Penuh dengan emas. Betapa beruntungnya saya!"

Di dalam pot tersebut dilihatnya tumpukan koin emas yang berkilap. Saat itu dia begitu terpana dan tidak bergerak sama sekali, kemudian akhirnya dia berkata

"Saya merasa sangat kaya sekarang, benar-benar kaya raya!"

Setelah dia mengucapkan kata-kata ini beberapa kali, dia mulai berpikir bagaimana dia dapat membawa harta karun itu kerumahnya. Pot berisi emas itu begitu berat untuk dibawa, dan dia tidak menemukan cara yang baik selain mengikat pot itu pada ujung selendangnya dan menariknya sampai ke rumah.

"Sebentar lagi hari akan menjadi gelap," katanya sendiri dan mulai berjalan. "Ah.. sekarang lebih baik! karena tetanggaku tidak akan melihat apa yang saya bawa pulang ke rumah, dan saya bisa sendirian saja sepanjang malam, memikirkan apa yang saya akan lakukan dengan emas ini! mungkin saya akan membeli rumah yang besar dan duduk-duduk di perapiannya sambil menikmati secangkir teh dan tidak bekerja lagi seperti seorang Ratu. Atau mungkin saya akan mengubur emas ini di taman dan meyimpan sedikit emas ini di teko tua ku, atau mungkin .. wah.. wah.. saya merasa tidak mengenal diri saya sekarang."

Sekarang dia merasa lelah karena menarik pot yang berat itu,  berhenti sejenak untuk beristirahat, dan berbalik melihat ke hartanya.

Dan dilihatnya pot itu tidak berisi emas, tapi hanya tumpukan koin perak di dalamnya.

Dia menatap pot itu dan menggosok matanya, dan menatap kembali.

"Saya berpikir bahwa pot tadi berisi emas! Saya mungkin bermimpi. Tapi ini adalah keberuntungan! Perak lebih tidak menyusahkan, gampang di pakai, dan tidak mudah dicuri. Koin emas mungkin membawa kematian untuk saya, dan dengan setumpuk koin perak ini..."

kemudian dia berjalan lagi sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya, dan merasa seperti orang kaya, hingga akhirnya dia keletihan lagi dan berhenti beristirahat dan menengok kembali apakah hartanya masih aman; dan saat itu dia tidak melihat perak, melainkan setumpuk besi!

"Saya menyangka pot itu berisi perak! saya pasti bermimpi, Tapi ini adalah keberuntungan! sungguh menyenangkan. Saya dapat menjual dan mendapatkan satu penny untuk satu besi tua ini, dan satu penny lebih gampang di bawa dan di atur dibandingkan emas dan perak. Mengapa! karena saya tidak harus tidur dengan gelisah karena takut di rampok. Tapi satu penny betul-betul dapat berguna dan saya seharusnya menjual besi-besi itu dan menjadi kaya, benar-benar kaya."

kemudian dia berjalan lagi sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya dengan uang penny nya nanti, hingga sekali lagi dia berhenti beristirahat dan menengok kembali apakah hartanya masih aman; dan kali ini dia tidak melihat apa-apa selain batu-batu besar dalam pot itu.

"Saya menyangka pot itu berisi bersi! saya pasti bermimpi, Tapi ini adalah keberuntungan! karena saya sudah lama menginginkan batu besar untuk menahan agar pintu pagar saya tetap terbuka. Sungguh hal yang baik memiliki keberuntungan."

Dia menjadi sangat ingin melihat bagaimana batu itu nanti bisa menahan pintu pagarnya agar selalu terbuka, dia akhirnya berjalan terus hingga tiba di pondoknya. Dia membuka pintu pagarnya, berbalik untuk melepaskan selendangnya dari batu besar yang tergeletak di belakangnya. Tetapi apa yang dilihatnya bukanlah batu besar, melainkan serpihan-serpihan batu.

Sekarang dia membungkuk dan melepaskan ujung selendangnya, dan - "Oh!" Tiba-tiba dia terlonjak kaget, sebuah jeritan, dan mahkluk yang sebesar tumpukan jerami, dengan empat kaki yang panjang dan dua telinga yang panjang, memiliki ekor panjang, menendang-nendang ke udara sambil memekik dan tertawa seperti anak yang nakal!

Wanita tua itu memandangnya sampai makhluk itu menghilang dari pandangan, kemudian akhirnya perempuan itu tertawa juga.

"Baiklah!" katanya sambil tertawa, "Saya beruntung! Cukup beruntung. Sungguh senang bisa melihat hantu jadi-jadian dengan mata kepala sendiri, dan bebas darinya juga! Ya Tuhan, saya merasa sangat bahagia!"

Kemudian dia masuk ke pondoknya dan tertawa sepanjang malam membayangkan kejadian tadi dan merasa betapa beruntungnya dia hari ini.

(SELESAI)
Read more »

Daftar Kode kendaraan Bermotor Di Indonesia

Berikut ini adalah daftar kode plat kendaraan bermotor di Indonesia yang sering dijumpai dijalanan :

Pulau Jawa
1.       A = Banten
2.      B = DKI Jakarta
3.      D = Bandung
4.      E = Cirebon
5.       F = Bogor
6.      G = Pekalongan
7.       H = Semarang
8.      K = Pati
9.      L = Surabaya
10.   M = Madura
11.    N = Malang
12.   P = Besuki
13.   R = Banyumas
14.   S = Bojonegoro
15.    T = Kerawang
16.   AA = Kedu
17.    AB = DI Yogyakarta
18.   AD = Surakarta
19.   AE = Madiun
20.  AG = Kediri
21.   W = Sidoarjo (Jatim)
22.  Z = Sumedang (Jabar) 
 
Sumatera
1.       BA = Sumatra Barat
2.      BB = Sumatra Utara (Seluruh daerah kabupaten Tapanuli)
3.      BD = Bengkulu
4.      BE = Lampung
5.       BG = Sumatra Selatan
6.      BH = Jambi
7.       BK = Medan
8.      BL = DI Aceh
9.      BM = Riau
10.   BP = Kepulauan Riau
11.    BN = Bangka

Korps Konsul dan Diplomatik
1.       CC = Korps Konsul
2.      CD = Korps Diplomatik

Sulawesi
1.       DB = Minahasa
2.      DD = Sulawesi Selatan
3.      DM = Sulawesi Utara
4.      DN = Sulawesi Tengah
5.       DT  = Sulawesi Tenggara
6.      DL = Sangihe/Talaud

Maluku
1.       DE = Maluku Selatan
2.      DG = Maluku Utara
3.      DH = Maluku Timur

Bali
1.       DK = Bali

NTB
1.       DR = (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kab Lombok Barat, Kab Lombok Timur, Kab Lombok Tengah)
2.      EA = (Pulau Sumbawa: Kab Sumbawa Barat, Kab Sumbawa, Kab Dompu, Kab/Kota Bima)

Papua
1.       DS = Papua

NTT
1.       DH = (Pulau Timor: Kab/Kota Kupang, Kab TTU, TTS, Kab Rote Ndao)
2.      EB = Flores
3.      ED = Sumba

Kalimantan
1.       DA = Kalimantan Selatan
2.      KB = Kalimantan Barat
3.      KT = Kalimantan Timur
4.      KH = Kalimantan Tengah

*untuk kendaraan yang berplat merah itu adalah kendaraan dinas(milik pemerintah)
*lalu jika plat kendaraan itu kuning berarti mobil itu kendaraan umum
*jika plat putih yaitu kendaraan itu masih profit (mobil baru yang belum keluar plat nomer aslinya

Sekian informasi yang dapat diberikan, semoga dapat membantu anda J
Read more »

Minggu, 07 April 2013

Tips Merawat Motor Standard


Dalam merawat motor tidaklah rumit, apalagi bila keadaan motor itu standard. Hal yang perlu diperhatikan dalam merawat motor itu seperti oli mesin, karburator, busi, dll. Yang paling penting itu yaitu dalam hal :

·         perawatan oli mesin, oli mesin sangatlah perlu diperhatikan karena sangat mempengaruhi kinerja mesin motor itu sendiri. Setidaknya dalam kilometer 2.000 oli sudah diganti baru secara berkala.



·         Karburator, hal ini juga perlu diperhatikan dengan cara dibersihkan dalamnya dengan menggunakan pelumas khusus, atau yg sering digunakan untuk membersihkannya yaitu dengan menggunakan bensin. Hal ini perlu diperhatikan karena karburator merupakan titik pernafasan motor, bila karburator kotor maka tarikan yang dihasilkannya tidak cukup maksimal.


·         Busi, yaitu sebuah alat yang berfungsi untuk pengapian motor, busi ini perlu dirawat juga dengan membersihkannya. Tapi bila anda menginginkan hasil yang lebih maksimal anda bisa menggantinya dengan yang baru.



Sekian tips yang bisa dilakukan untuk merawat motor anda supaya kinerja motor anda terjaga dan terawat.

Read more »

Ibu Guru


Unggal dinten urang tepang
Di kelas Ibu ngawulang                                                   
Unggal dinten Ibu ngawuruk
Sangkan abdi seu’eur elmu
                                                                                                     
Soca Ibu anu bengras
Nyorotkeun asih piwelas
Suanten Ibu anu reuh reuy
Namplokeun elmu panemu

Ibu ageung jasana
Abdi seueur katiasa
Nyerat, ngetang, sareng maca

Jaga dina mang sana
Abdi janten jalmi nu pinter
Babakti ka nagara
Eta teh jasana Ibu . . .

Read more »

Aki Jeung Balon


Beurat teuing lengkah aki ngukur jalan
kota bandung geus biasa ku aki mah dilengkahan
dibaturan ku sobat ngaran rancatan
anu rantuy digantungan barang-barang kaulinan

kakapalan kukudaan tarompet heunteu tinggaleun
geus biasa unggal poe ka unggal budak nawarkeun
ujang, eulis yeuh tingali barang aki
geura galeuh keur ameng engke di bumi

Aki! aki! Abdi mah da hoyong balon
Deudeuh teuing kasep di aki mah henteu aya
Niupna ge aki mah geus teu kawasa
Ripuh teuing da kedah nganggo tanaga
Ari aki sakieu nya kakolotan

Mending oge kasep ieu yeuh kokoloceran
Lamun angin muterna teh aduh jeung tarik pisan
Resep teuing engke ameng lulumpatan

Aki! Ka dieu! Ketang da abdi mah moal meuli
Ulah kitu kasep bet abong ka aki-aki
Ceuk sepuh mah kasep ngaheureuyan teh pamali

Hiji dua lengkahna teuing ku beurat
Aya hate milu lewang paur umurna bret pegat
Teuing dimana si aki tetep nya matuh
Bodo dina iuh tanjung atawa dipayung layung
Ngan nu nyata kulitna asak ku poe

Aki, mun ngajoprak sisi jalan saha teuing nu nulungan
Aki, mun ngajoprak di jambatan dimana nya pamatuhan
Aki, mun umur pegat dijalan saha anu ngarawatan
Aki! aki! Rek kamana lamun panon poe sare
Read more »