Kamis, 01 Mei 2014

Manfaat Tidur Tanpa Bantal


Ternyata tidur tanpa bantal baik untuk kesehatan, diantaranya baik untuk tulang punggung, untuk mencegah sakit leher, dan sebagainya. Tidur merupakan kebutuhan manusia karena dengan tidur manusia bisa mengistirahatkan badan dan seluruh anggota tubuh lainnya setelah beraktivitas seharian. Tidur tanpa bantal baik untuk kesehatan dan merupakan salah satu cara untuk mengoptimalkan waktu tidur anda. Dengan tidur tanpa bantal, anda akan merasa istirahat lebih optimal.
Manfaat tidur tanpa bantal adalah sebagai berikut:
1. Mencegah penuaan dini (sebagai anti aging)
2. Tidur lebih optimal
3. Baik untuk tulang punggung
4. Mampu mengurangi dan mencegah sakit pada belakang leher
5. Meluruskan tulang
6. Mengurangi rasa lelah pada otot dengan cepat
Read more »

Manfaat Rambutan Bagi Tubuh


Hampir semua orang mungkin sudah merasakan betapa manisnya buah merah yang berukuran mini ini. Saat lagi musimnya, buah ini mudah ditemui atau didapatkan di pinggir jalan atau di berbagai pasar tradisional dan pasar modern. Harga yang cukup terjangkau menjadikan buah ini sebagai buah favorit di berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Buah rambutan ini mudah dikenali dari bentuk buahnya yang kecil berwarna merah menyala serta dengan adanya serabut yang menyerupai rambut yang memenuhi kulit buahnya.
Manfaat buah rambutan bagi tubuh anda antara lain:
1. Mendongkrak energi tubuh anda
2. Menjaga tubuh dari berbagai radikal bebas
3. Penurunan berat badan yang efektif
4. Penangkal anemia yang ampuh
5. Pencegah kanker yang ampuh
6. Menguatkan sistem imun tubuh
7. Organ ginjal yang lebih sehat
Read more »

Menjaga Kesehatan Jantung


Menjaga kesehatan jantung merupakan suatu keharusan karena jantung merupakan organ yang sangat penting di dalam tubuh kita, jantung memiliki banyak fungsi diantaranya adalah memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh.
Tips menjaga kesehatan jantung:
1. Rajin berolahraga
2. Hindari rokok
3. Banyak mengonsumsi buah-buahan
4. Hindari makanan yang berlemak
5. Jaga kestabilan berat badan
6. Banyak mengonsumsi air putih
7. Tertawa
8. Mengonsumsi buah anggur
9. Banyak mengonsumsi sayuran hijau
10. Dapatkan waktu tidur yang cukup
Read more »

Tips Agar Tidur Teratur Setiap Malam


Tidur cukup dan teratur setiap malam menjadi sebuah keharusan setiap orang untuk meningkatkan kesehatan tubuhnya. Kurang bersemangat dan terlihat lesu di pagi hari merupakan dua gejala yang jelas terlihat saat jam tidur malam berantakan. Idealnya, delapan jam merupakan waktu yang diperlukan oleh tubuh untuk beristirahat tiap malamnya. Sehingga keesokan harinya dapat bangun lebih awal dengan semangat baru dan penuh gairah untuk beraktivitas.
            Agar tidur teratur setiap malam kita juga harus mengetahui faktor penyebab jam tidur malam tidak teratur yaitu keasyikan menonton televisi hingga larut malam, bermain komputer serta mengakses internet hingga lupa waktu maupun mengobrol dengan seseorang hingga dini hari merupakan faktor yang merusak jam tidur malam anda.
Berikut ini tips agar tidur teratur setiap malam:
1. Atur timer televisi untuk mematikan televisi secara otomatis
2. Manfaatkan alarm waktu pada ponsel anda
3. Singkirkan gadget dari tempat tidur
4. Pakailah penutup pada mata anda
5. Jadikan tidur malam sebagai kegiatan menabung energi
6. Jadikan tidur malam sebagai pembayar hutang bagi tubuh anda karena telah menemani anda sepanjang hari
Read more »

Jenis Makanan Yang Bisa Mencegah Dehidrasi




Beberapa jenis makanan yang bisa mencegah terjadinya dehidrasi antara lain:
1. Timun
            Timun mengandung 95 persen air, sehingga beberapa potongan timun punya manfaat yang sama seperti minum segelas air
2. Salad Hijau
            Salad terdiri dari 90 persen air, salad hijau juga hanya menganung kurang dari 15 kalori dalam setiap 2 mangkok. Kandungan lain yang bermanfaat adalah folat, vitamin c, serat dan antioksidan.
3. Stroberi
            Kandungan air dalam buah stroberi mencapai 91 persen, sangat membantu untuk menjaga kecukupan cairan. Selain itu, buah berwarna merah ini juga mengandung vitamin Cdan B yang bisa membantu pertumbuhan sel-sel baru
4. Semangka
            Buah semangka ini terdiri dari 92 persen air. Selain juga mengandung vitamin C, semangka khususnya yang merah mengandung lycopene. Kandungan tersebut memiliki efek antioksidan yang bisa mencegah kanker maupun penyakit jantung
5. Yoghurt
            Plain-yoghurt mengandung kurang lebih 85-88 persen air. Kandungan tersebut bisa bervariasi tergantung jenis yoghurt yang dionsumsi
6. Pepaya
            Terdiri dari 88 persen air, pepaya sangat membantu untuk menjaga kecukupan cairan tubuh. Ukuran satu gelas juga memberikan 3 gram serat dengan hanya 55 kalori
Read more »

Waspada Obat Palsu Dan Obat Rusak





            Niat hati ingin sembuh tetapi malah semakin parah gara-gara beli obat palsu yang beredar di pasaran. Tak ada solusi lain selain waspada dan tahu cara mengenali obat palsu dan obat rusak. Menurut BPOM, ciri-ciri obat rusak yaitu apabila berbentuk kapsul sudah lembek atau lengket saling menempel. Pembungkus obat itu berasal dari gelatin yang rentan udara dan gampang rusak, ada kelembaban maka airnya akan meresap ke gelatin itu sehingga kapsul menjadi lembek. Sedangkan untuk obat berbentuk salep, warna dan baunya berubah, bisa juga campuran komposisinya yang mulai terlihat terpisah atau mengeras.
            Menurut Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), salep yang rusak bisa saja disebabkan karena penggunanya cenderung menutup salep tidak terlalu rapat sehingga udara mudah masuk dan hal itu mempercepat proses oksidasi serta menurunkan kualitas salep menjadi lebih cepat. Begitu pun dengan puyer yang tergolong sebagai obat campur atau terdiri atas beberapa komposisi bahan tertentu. Obat sirup seperti halnya obat batuk yang sudah rusak biasanya berubah menjadi keruh, yang tadinya jernih langsung mengeruh.
Read more »

Minggu, 06 April 2014

Paragraf



Pengertian Paragraf

Paragraf atau alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos, "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. Suatu topic atau tema terbentuk dari ide atau pikiran yang dituangkan oleh penulis yang kemudian membetuk beberapa kumpulan kalimat dan menjadi sebagai paragraf. Banyak sedikitnya ide pokok menjadi penentu dari panjang pendeknya suatu paragraph yang terbentuk dari satu kesatuan kalimat. Sebuah paragraf dapat sependek satu kalimat atau berhalaman-halaman, dan dapat terdiri dari satu atau banyak kalimat. Kalimat pengenal, kalimat utama (kalimat topik), kalimat penjelas, dan kalimat penutup adalah beberapa bentuk kalimat yang terdapat dalam satu paragraph.

Jenis-Jenis Paragraf

A.    Paragraf Narasi
Paragraf Narasi ialah jenis paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu. Paragraf narasi terdiri atas narasi kejadian dan narasi runtut cerita.
Paragraf narasi kejadian adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa, sedangkan paragraf narasi runtut cerita adalah paragraf yang pola pengembangannya dimulai dari urutan tindakan atau perbuatan yang menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Dalam paragraf narasi terdapat alur cerita, tikoh, setting dan konflik, paragraf narasi juga tidak memiliki kalimat utama.

Ciri-ciri Paragraf Narasi :

1. Adanya unsur perbuatan atau tindakan.
2. Adanya unsur rangkaian waktu dan informatif.
3. Adanya sudut pandang penulis.
4. Menggunakan urutan waktu dan tempat yang berhubungan secara kausalitas.
5. Terdapat unsur tokoh yang digambarkan dengan memiliki karakter atau perwatakan yang   jelas.
6. Terdapat latar tempat, waktu, dan suasana.
7. Mempunyai alur atau plot.

Contoh paragraf narasi:
Beberapa orang berhamburan keluar gedung, ketika petugas gedung mengatakan para pengunjung harus segera keluar gedung. Suasana benar-benar panic. Beberapa membantu evakuasi pengunjung. Yang lainnya sibuk mengabarkan sanak dan saudaranya, sementara menanti pertolongan datang, terdengar suara ledakan jauh didalam gedung. Begitu saja keadaan terjadi, para pemadam kebakaran dan tim khusus lainya sibuk memadamkan kebakaran dan yang lainya memberikan pertolongan. Asap yang terkepul hitam legam dan reruntuhan sebagian bangunan gedung menunjukkan telah terjadi ledakan




Paragraf narasi juga dapat dibedakan menurut jenis ceritanya, yaitu:
·         Narasi Ekspositoris ialah jenis narasi yang berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa itu secara tepat.

Contoh paragraf narasi ekspositoris:
nabi muhammad lahir dikota mekkah pada tanggal 12 rabiul awal tahun gajah. Tahun gajah bertepatan pada peristiwa dimana para pasukan
gajah yang diperintahkan oleh raja Abrahah untuk meruntuhkan kakbah
Siti Aminah adalah ibunya dan Abdullah adalah ayahnya.
ayahnya meninggal ketika nabi belum lahir, dan ibunya meninggal ketika usia nabi baru menginjak 6 tahun. 

·         Narasi Sugestif ialah jenis narasi yang hanya mengisahkan suatu hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi pengarang. Jenis karangan ini dapat dilihat pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel. Narasi sugestif selalu melibatkan daya khayal atau imajinasi karena sasaran yang ingin dicapai yaitu kesan terhadap peristiwa

Contoh paragraf narasi sugestif:
Novel Ainun Habibie mengisahkan tentang perjalanan cinta kehidupan mereka berdua cinta sejati kedua yang memberikan semangat dan motivasi keberhasilan seorang habibie yang tak lain istri tercinta.


B.     Paragraf Deskripsi
Paragraf Deskripsi ialah paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan kata-kata yang mampu merangsang indra pembaca. Artinya penulis ingin membuat pembaca melihat, mendengar maupun merasakan apa yang sedang mereka baca dari paragraf tersebut.
Ciri-ciri paragraf deskriptif ialah :
1.      Menggambarkan atau melukiskan suatu benda, tempat, atau suasana tertentu.
2.      Penggambaran dilakukan dengan melibatkan panca indra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan).
3.      Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sendiri objek yang dideskripsikan.
4.      Menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara terperinci.
Contoh Paragraf Deskriptif :
Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Sawarna. Gelombang ombak yang cukup besar datang bergulung silih berganti. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang terhampar luas tanpa ada karang yang menghalangi dan ribuan kepiting berlarian ditepi pantai, membuatku ingin kembali lagi. Sejauh mata memandang yang kulihat hanya laut yang terbentang luas dan biru. Disepanjang bibir pantai, beberapa wisatawan saling berkejar-kejaran dengan sambutan ombak yang deras. Meskipun tak seramai dengan pantai-pantai yang sudah terkenal di kancah nasional maupun internasional pantai ini tak pernah surut oleh wisatawan yang datang.

Didalam paragraf deskriptif terdapat pola pengembangan paragraf, yaitu:
1.      Pola Spasial
2.      Pola Sudut Pandang
Pola sudut pandang adalah pola pengembangan yang berdasarkan pada posisi penulis saat menggambarkan suatu objek. Pola sudut pandang terbagi lagi menjadi 2 pola yaitu :
Ø  Pola Subjektif ialah pola yang menggambarkan objek sesuai penafsiran dengan disertai kesan atau opini dari penulis.
Ø  Pola Objektif ialah pola pengembangan paragraf deskripsi dengan cara menggambarkan objek secara apa adanya tanpa disertai opini penulis.
C.    Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan suatu topik kepada pembaca dengan tujuan untuk memberikan informasi sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Untuk memahaminya pun pembaca perlu melakukan proses berpikir dan melibatkan pengetahuan.
Ciri-ciri paragraf deskriptif ialah :
1.      Memaparkan definisi dan memaparkan langkah-langkah, metode atau melaksanakan suatu tindakan.
2.      Gaya penulisannya bersifat imformatif.
3.      Menginformasikan/menceritakan sesuatu yang tidak bisa dicapai oleh alat indra.
4.      Paragraf eksposisi umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana.

Contoh Paragraf Eksposisi
Daun sirih sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tumbuhan denga daun berwaran hijau atau kekuningan ini memilikii ciri fisik sebagai berikut: daun berbentuk panjang dan lebar dengan aroma yang khas berwarna hijau. andungan yang terdapat dalam daun sirih hijau sangat banyak. Beberapa kandungan itu diantaranya adalah : fenil propana, minyak atsiri, hidroksikavicol, estragol, kavicol, kavibetol, allylpyrokatekol, caryophyllene, cyneole, cadinene, diastase, tanin, pati, seskuiterpena, terpennena dan gula. Semua zat itulah yang membuat sirih menjadi tanaman yang kaya manfaat dan kegunaannya karena dapat menyehatkan manusia.  Daun sirih memiliki beberapa manfaat seperti Bisa mengobati penyakit Asma, Dapat Mengobati radang tenggorokan, Dapat mengobati eksim, atau penyakit kulit lainnya, dll.
Paragraf eksposisi terbagi dalam beberapa jenis yaitu:
·         Eksposisi Definisi, batasan pengertian topik dengan menfokuskan pada karakteristik topik itu sendiri.
Contoh paragraf eksposisi definisi:
Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen ,urni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.
·         Eksposisi Klasifikasi ialak paragraf yang membagi sesuatu dan mengelompokkannya ke dalam kategori-kategori.
Contoh paragraf eksposisi klasifikasi:
Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, tergantung pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pada pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra yang berkaitan dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan pada efek personil karya sastra pada kritikusnya.
·         Eksposisi Proses, paragraf jenis ini sering ditemukan pada buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.
Contoh paragraf eksposisi proses:
Lidah buaya dikenal sebagai tanaman yang baik untuk merawat rambut. Kandungan yang ada dalam lidah buaya adalah vitamin B, C, A, dan E, yang membuat rambut Anda lebih bersinar dan sehat . cara menggunakan nya adalah dengan mencampur dua cangkir shampoo dan dua cangkir cairan lidah buaya, basahi rambut terlebih dahulu, kemudian pijatkan pada kulit kepala, biarkan meresap sekitar 10 menit, lalu bilas.
·         Eksposisi Ilustrasi (contoh), pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung "seperti" dan "bagaikan."
Contoh paragraf eksposisi ilustrasi (contoh):
Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti pada mesin mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan – bahan bakarnya yakni makanan yang ditelan menjadi energi panas dan energi mekanis. Nasi yang Anda makan akan dibakar dalam tubuh sebagaimana bensin dibakar dalam silinder mesin mobil. Sebagian dari energi kimiawi yang disediakan oleh nasi itu diubah menjadi energi panas yang membuat tubuh tetap hangat. Sebagian lagi berubah menjadi energi mekanis yang memungkinkan otot-otot dapat memompa darah dalam tubuh atau menggerakkan dada pada waktu bernapas

·         Eksposisi Pertentangan, berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang digunakan adalah "akan tetapi", "meskipun begitu", "sebaliknya".
Contoh paragraf eksposisi pertentangan:
Orang yang gemar bermain music, pada umumnya memiliki jiwa seni dan harmonisasi perasaan yang baik. Sebaliknya, orang yang tak pernah bermusik kebanyakan orang yang susah dalam mengendalikan harmonisasi perasaan nya.
·         Eksposisi Berita ialah paragraf yang berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar
Contoh paragraf eksposisi berita:
Para pedagang buah jeruk di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor buah jeruk dari Cina. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap buah jeruk impor semakin meningkat dengan harga yang murah.
·         Eksposisi Perbandingan, dalam hal ini penulis mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.
Contoh paragraf eksposisi perbandingan:
Tinju bukanlah jenis olah raga yang banyak peminatnya, yang banyak adalah penggemarnya. Berbeda dengan olah raga jalan kaki, peminatnya banyak, penggemarnya sedikit. Karena, tidak ada orang yang menonton orang lain berjalan kaki.
·         Eksposisi Analisis, proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing subbagian dikembangkan secara berurutan.
Contoh paragraf eksposisi analisis:
Beragam teori dikemukakan untuk menemukan latar belakang kematian Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang detektif memperkirakan, Merilyn memiliki hubungan dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh penting AS tersebut …


D.    Paragraf Agumentasi
Paragraf Agumentasi ialah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi). Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.

Ciri-ciri paragraf argumentasi, yaitu:
  1. Menjelaskan suatu pendapat agar pembaca yakin.
  2. Memerlukan fakta untuk membuktikan pendapatnya biasanya beruapa gambar/grafik, dll.
  3. Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman dan penelitian.
  4. Penutup berisi kesimpulan.
Jenis-jenis paragraf argumentasi:
·         Pola Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Contoh Pola Analogi: Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Ketika manusia itu meraih kepandaian, kebesaran, dan kekayaan, sifatnya akan menjadi rendah hati dan dermawan. Begitu pula dengan padi yang semakin berisi, ia akan semakin merunduk. Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak.
·         Pola Generalisasi (pola umum) adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Contoh Pola Generalisasi: Setelah karangan anak-anak kelas 8 diperiksa, ternyata Ali, Toto, Alex, dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lainmendapat 7. Hanya Maman yang 6, dan tidak seorang punmendapat nilai kurang. Boleh dikatakan, anak kelas 8 cukup pandaimengarang.
·         Pola Hubungan Sebab Akibat adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat. Contoh Pola Hubungan Sebab Akibat: Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa initidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dankurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.
E.     Paragraf Persuasi
Paragraf Persuasi ialah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta.
Ciri-ciri paragraf persuasi, yaitu:
  1. Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
  2. Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
  3. Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui epercayaan antara penulis dengan pembaca.
  4. Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
  5. Persuasi memerlukan fakta dan data.
Contoh paragraf persuasi:
Kebersihan adalah hal terpenting dalam kehidupan. Tanpa kebersihan, mungkin dunia kita akan dipenuhi dengan sampah. Dimana - mana terjangkit beragam jenis penyakit yang akan menghantui manusia. Beragam bencana pun akan timbul. Oleh karena itu, marilah kita ciptakan kebersihan dimanapun kita berada.
Berdasarkan Letak Kalimat Utamanya
A.    Paragraf deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.
Contoh:
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.
B.     Paragraf Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu generalisasi, analogi, dan kausalitas.
Contoh :
Penyair akan membuat sebuah puisi dengan cara menuangkan imajinasinya, barulah tercermin sebuah puisi. Pengarang novel merangkai ceritanya dengan pengembangan imajinasi. Demikian juga seniman akan menggoreskan lukisan didahului dengan imajinasinya ke arah yang sebenarnya. Memang benar imajinasi diperlukan dalam menciptakan suatu karya.

·         Paragraf Induktif Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili
Contoh : 
Pemerintah telah menjadikan Pulau Komodo sebagai habitat pelestarian komodo. Di Ujung Kulon, pemerintah mebuat cagar alam untuk pelestarian badak bercula satu. Selain itu, sejumlah Undang-Undang dibuat untuk melindungi hewan langka dari incaran pemburu. Banyak cara yang telah dilakukan pemerintah untuk melestarikan hewan-hewan langka.

·         Paragraf Induktif Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
Contoh :
Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.

·         Paragraf Induktif sebab akibat (hubungan kausal) adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
Contoh :
Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.


Read more »